Harry Styles

Jumat, 11 Mei 2012

One Direction Fan Fiction (Bahasa Indonesia) "Jetlag" Part 2


*** Lolita’s POV ***
Aku sekarang uda nyampe di kamar hotel. Aku segera menghempaskan tubuhku ke kasur hotel yang super duper empuk itu. Dan ga berselang lama, aku segera membuka laptopku, dan lihat twitter serta facebookku. Saat aku membuka twitter, The Boys dan akun one direction follow back aku! Uwaaa….. aku langsung jejingkrakan di kamar. Ga nyangka aku di follow balik. Dan setelah tenang, aku segera nge-post di wall milik Jennifer. ‘You won’t believe this! I met One Direction at the airport. We talked and they follow me back on twitter…..!!!! (o)┛♪┗ ( o) ┓♪┏ (o) ┛♪┗ (o ) ┓♪┏(o)┛♪’
Dan ga lama dia bales ‘ How come?!?!?!? Eh, jangan lupa minta’in tanda tangan Louis di t-shirtku ituuuuu’
Siip. Pasti. Itu kalo aku ketemu dia lagi :p’
Saat aku sedang mengaduk-aduk isi kulkas di kamar tempat aku menginap, tiba-tiba ada yang bunyi dari laptopku. Segera aku lari dan melihat laptopku. Ternyata ada mention dari Rio. Dia ngajak aku buat keluar jalan – jalan sekalian dinner, kebetulan nih aku juga laper. Aku segera membalas mentionnya dan setuju buat ajakannya. Ga berapa lama, dia bales dengan minta alamat hotel tempat aku menginap di LA. Aku bales lewat DM.
Kira – kira 20 menit kemudian, aku udah siap. Tinggal nunggu Rio. Iseng aku nge-check twitterku. Oh My! Harry Styles tweeted me. I freaked out at that moment. Walaupun, cuma say ‘Hi Lollypop!” Tanpa buang-buang waktu lagi, aku segera bales mention dia. Dan ga lama Rio datang. Kita langsung pergi jalan – jalan.
Lolita” Kata Rio saat dia nganter aku sampe depan kamar hotelku.
Ya” aku berbalik dan menghadap dia.
Mmmm…” Dia segera menyerahkan sekotak coklat yang tadi dia beli di sebuah mall saat kita jalan-jalan tadi.
Apa ini?” tanyaku heran, dan aku terus memandang kotak coklat yang dia sodorkan ke aku., “Bukankah ini buat adik kamu?”
Awalnya sih. Tapi, aku baru tahu kalau dia berangkat dari Indonesia empat hari lagi. Daripada coklat ini leleh, mending aku kasih ke kamu aja. Nih.” Katanya sambil menyodorkan coklat itu lagi.
Ok, Thanks ya” jawabku sambil menerima coklatnya.
Keeseokan paginya aku terbangun gara – gara alarm yang aku set 6 a.m dan hal pertama yang aku pegang adalah my black iPhone 4. Dan aku segera checking facebook. Banyak friend request, postingan dari fans dan ada inbox dari produserku. Aku segera membuka, dan dia ngasi aku alamat seorang composer dan produser yang rencananya akan ku temui nanti jam 11 siang. Aku segera siap-siap.
Aku segera naik taksi yang aku dapet setelah keluar dari hotel. Sebelum, aku ke rumah produser itu, aku mampir dulu ke sebuah restoran kecil yang aku rasa ini adalah restoran keluarga.
Restorannya sangat nyaman dengan ornament – ornament yang biasanya kita temukan di rumah gaya amerika klasik. Pigora – pigora kecil dengan foto – foto keluarga. Aku memilih duduk di dekat jendela dan segera memesan makanan. Aku pesan Bacon, egg, sausage dan roasted bread. Klasik.
Sambil menunggu pesananku datang. Aku melihat kondisi jalanan LA di pagi hari. Ternyata ga jauh berbeda sama Indonesia. Macet. Aku segera mengalihkan pandanganku ke arah pintu masuk. Karena aku melihat The boys sedang masuk ke dalam restoran yang sama dengan aku.
*** Harry’s POV ***
Pagi ini kita memilih buat makan di restoran yang ga jauh dari hotel tempat kita menginap. Saat masuk ke restorannya, suasana cukup ramai. Sehingga kami harus mencari – cari meja yang kosong.
Hey Lolita!” kata Liam menyapa cewek yang sedang duduk di meja dekat jendela. Kami semua jalan menuju arah mejanya dan aku langsung menyerobot kursi yang mau diduduki sama Liam.
Alright Harry I’ma look for another seat.” Katanya sambil melihat ke arahku. Aku hanya nyengir waktu dia bilang gitu. Dan Lou mengambil tempat duduk di sebelahku.
What are you doing here sweetie?” kataku memulai percakapan dengan dia.
well,you see everybody’s here want something to full up their tummy.” Katanya datar.
Ga lama ada seorang waitress yang mendatangi meja kami. Kami memulai memesan makanan. Setelah itu dia pergi.
What are you doing around this block?” Tanya Louis sama Lolita.
I’m going to meet a producer and his office is not too far from this block.” Jawabnya sambil senyum lalu meminum orange juicenya.
we’re too.” Aku langsung menanggapi dengan semangat. Saat makanan kita semua datang, kita langsung menyerbunya. Termasuk Lolita. Dia juga menceritakan negaranya Indonesia.
I hope you guys can come and visit Indonesia. I guarantee you guys; you won’t regret it once you come to Indonesia.” Jelasnya
Makanan yang sudah kita pesan datang. Lalu, kita mulai makan sambil diselangi joke-joke dari Louis. Setelah selesai makan, kita baru tahu kalau ternyata Lolita juga mau menemui produser yang sama Jadi dia kita ajak bareng naik mobil kita. Sebenarnya jarak dari restaurant tempat kita makan tadi sama kantor produser ga jauh sih. Tapi berhubung lagi macet, ada mungkin sekitar 20 menit lama perjalanannya. Selama dalam perjalanan, aku berusaha ngajak ngomong Lolita, tapi ga bisa. Dia sedang asyik ngobrol sama Liam. Tapi aku tahu, kalau dia kadang-kadang juga suka ngelirik ke arahku. Saat aku menangkap dia sedang melihatku, dia langsung beralih melihat Liam lagi. Aku hanya senyum.
Akhirnya sampai juga kita di kantor produsernya. Basa-basi sebentar dengan produser dan orang-orang disana. Lalu kita mulai sesi listening. Lagunya cukup catchy dn upbeat. Saat sesi latihan dimulai, aku kagum sama suara Lolita. Dia punya suara yang khas dan agak serak-serak gimana gitu.
Lolita, Wait up!” Seruku sambil ngejar dia yang lagi turun tangga. Kita barusan aja selesai latihan pertama, dan dia bilang dia mau pulang duluan.
Dia berhenti lalu berbalik, “Ya. What’s going on Harry?” tanyanya.
Aku berhenti berlari lalu berjalan cepat menuju tangga dan berhenti didekatnya, “Well” kataku sambil menggaruk kepalaku yang sebenarnya ga gatal, “How about if we have lunch together.”
I’d love to, but I can’t.” katanya sambil lihat aku, “I have to do a video call on skype with my friend.”
Aku langsung menawarkan hal yang lain, “How does dinner sound like?” tanyaku sambil senyum.
Yeah Sure. Here’s my hotel and my room.” Dia nulis alamat hotelnya di selembar kertas dan ngasi aku. Aku membacanya dan senyum. “Oh My God! I almost forget to ask lou’s signature.” Dia berjalan kembali ke studio, dan menemui Lou yang saat itu sedang memainkan macbook-nya. Dan aku mengikuti Lolita dari belakang. “Lou.” Katanya sambil menyodorkan sebuah t-shirt dan spidol.
Lou mendongak dan menaruh macbook-nya di sebelahnya, “What’s this?” tanyanya sambil meraih t-shirt dan membaca tulisan ‘ Marry Me Louis’ dia senyum lalu menandatangani t-shirt itu.
Are you a directioner too?” Tanya Niall yang saat itu sedang duduk di sebelah Louis.
Me? Well I am a directioner” jawabnya sambil senyum, dan kita semua juga senyum, dia cepat-cepat menambahkan, “but it’s my friend’s, she asked me to get your signature, Lou. Ok I gotta go guys, see ya.” Pamitnya saat Lou selesai menandatangi t-shirt itu.
Aku mengantar dia sampai di depan kantor, “I’ll pick you up at 7 sharp. Be ready.” Kataku gugup.
I will” jawabnya sambil senyum. “Bye.” Katanya lagi, lalu dia memanggil taksi, dan pulang ke hotel – itupun kalau dia ke hotel. Lalu aku kembali masuk menuju studio.
Yo hazza, how was it?” Tanya Zayn saat aku baru masuk ruangan.
She said she was free at dinner. So I asked her out for dinner.” Jelasku pada the boys.
Perfect!” seru Liam dan mengajakku hi five, “Congrats mate.” Katanya lagi sambil memberiku a ber hug. Aku membalasnya dan senyum, “thanks Liam.”
Does anyone know where I can eat nandos here?” Tanya Niall. Kita semua saling pandang dan mengedikkan bahu. No one knows. Dan ada seseorang di sana yang member tahu kita dimana restaurant yang menyajikan menu nandos.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar