Jetlag
(part 1)
Jam 06.30 am aku siap-siap
buat ke airport.
“Aku sampe sekarang belum
tahu kamu mau liburan kemana Loli.” Kata my best mate, Jennifer
saat dia masuk ke kamarku.
“Oh well.. aku mau ke LA umm
mungkin 4 minggu.” Jawabku.
“4 minggu?” teriaknya dan
aku hanya mengangguk.
“Don’t worry sista, I’ll
be ready for the promo album.” Kataku sambil senyum.
Aku Lolita. Aku salah satu
penyanyi terkenal di negaraku. Dan aku akan mempunyai jadwal promo
album yang cukup padat. Maka dari itu, aku perlu sedikit waktu untuk
refreshing dari pekerjaan pembuatan albumku ini sebelum release.
“Take care girl.” katanya
sambil meluk aku.
“Hey Jenn. I just go for 4
weeks. It’s a short time. Besides, I’m not only having fun there.
I’m going to meet a producer and if I’m lucky, I will meet One
Direction. Words on the street, they will have a holiday in the U.S”
Jennifer terkejut, “kalo
gitu jangan lupa kamu minta tanda tangan Louis. Tunggu…” katanya
sambil mengeluarkan sebuah t-shirt dengan tulisan ‘Marry Me LOUIS’
dari dalam tasnya, “Aku mau dia yang tanda tanganin t-shirtku ini.”
Dia senyum.
“I promise.”
*** Harry’s Point of View
***
“Gee!! We’re late!!” aku
segera membangunkan Louis yang tidur satu kamar dengan aku, “Louis
wake up!! We’re late!!”
Dia bangun sambil menguap
lebar banget, “Where are we going to baby tarzan?”
“LA, mate.” Jawabku sambil
segera mengambil handuk dan segera lari ke kamar mandi.
“What?!?!” dia segera
lompat dari tempat tidur dan lari keluar kamar, dan dia membangunkan
Zayn, Niall, dan Liam.
At the Airplane…………
“Ini semua gara – gara
kamu, Niall. Untung aja kita ga ketinggalan pesawat.” Kata Zayn
sambil dia duduk di dekat jendela.
Aku segera menghadap Zayn yang
duduk di belakang kursiku, “Hey Zayn, it’s ok anyway. We’re in
the plane now.”
“yeahh I’m sorry guys.
I’ve set the alarm. But my phone battery was flat and it went off.”
Jelas Niall
“it’s ok mate.” Jawab
Liam pada Niall.
Kami semua sedang menuju LA
untuk liburan, sekalian kita diundang oleh teman baik produser kami
ke birthday party-nya dia.
*** Lollyta’s POV ***
Perjalanan dari Indonesia
menuju Amerika memakan waktu yang sangat lama, hampir 24 jam gitu.
Wuih kebayang dong capeknya. Tapi untungnya, aku punya temen selama
perjalanan.
“Hei aku Rio. Kamu?” Tanya
cowo yang duduk disebelahku.
“Aku Lolita.” Jawabku
sambil salaman sama dia, “Kamu mau kemana?” tanyaku berusaha
bersikap baik.”
“Aku mau ke LA. Ada acara
keluarga disana. Kamu?”
“Aku juga mau ke LA. Tapi
aku ada beberapa project yang mau aku lakuin disana, ya sekalian
liburan juga sih…”
“Tungu deh.” Katanya tiba
– tiba, “Kayaknya aku pernah liat kamu.” Lanjutnya sambil
terus ngeliatin aku.
“Oh ya? Rasanya aku baru
ketemu kamu disini deh. Kamu mungkin liat orang yang mirip aku.”
Kataku.
“Ahhh…” serunya, “Kamu
Lolita penyanyi tu khan?” aku senyum dan mengangguk.
*** Harry’s POV ***
Kita semua uda sampe di
bandara, lalu kita segera siap-siap menuju ke bagian imigrasi. Saat
aku sibuk update di twitter, aku ga sengaja nubruk cewek yang lagi
jalan didepanku. “Oh.. Sorry.” Cewek itu bilang, aku segera minta
maaf sama dia, “Sorry.”
“Harry Styles?” pekiknya,
“You are Harry Styles, aren’t you?” aku senyum sambil
mengangguk, “Oh My God. Hi, I’m Lolita.” dia mengajak
bersalaman.
“I’m Harry.” Jawabku
sambil senyum, lalu the boys datang.
“Oh My…. You guys are One
Direction.” Katanya senang, dan kami semua hanya senyum.
“Yayyy.” Kata Louis dan
kita semua tertawa.
Dia memperkenalkan diri pada
kita semua, dan dia juga ngenalin temennya sama kita. Lalu, Niall
ngasi tau aku kalau kita bakal punya dua single yang akan duet dengan
seorang penyanyi cewek. Produser kita ngasi suatu link. Dan setelah
kita buka, ternyata….
“Lolita. We’re going to
have two singles with you.” Kata Zayn.
Dia kaget, “Are we? How do
you know that?”
“Well, I’ve just got a
text from our producer and send a link about who we are going to have
a duet with. And the link shows your twitter.” Kata Niall sambil
senyum dan menunjukkannya pada Lolita.
Dia melihatnya dan senyum,
lalu berkata, “My producer should’ve told me already. I’ma ask
him. Ok. I Gotta go guys. See ya.” Katanya pada kami.
“Bye.” Kata Rio. Dan
mereka berdua berjalan menuju pintu keluar dan memanggil taksi.
Aku hanya melihat mereka
keluar, “Guys, Why do they catch a different cab?” tanyaku pada
the boys.
“I thought he was her
boyfriend.” Jawab Liam.
“Yeah me too.” Jawab
Louis, Niall, dan Louis hampir bersamaan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar